MATERİ PERTEMUAN KE 11

AL -QURAN DAN FAKTA ILMIAH

A. Korelasi antara Al-Qur’an dengan Ilmu Pengetahuan
Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat terbesar di semesta alam ini. Al-Qur’an dijadikan pedoman bagi manusia dalam mengarungi kehidupanya. Dikarenakan sebagai pedoman hidup, maka tidak ada alasan untuk tidak menjadikannya sebagai sumber rujukan dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Selain menjadi pedoman hidup, Al-Qur’an juga merupakan sumber ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab suci Al-Qur’an. Bahkan, kata ‘ilm itu sendiri disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 105 kali, tetapi dengan kata jadiannya ia disebut lebih dari 744 kali.
Al-Qur’an merupakan mukjizat yang paling besar pengaruhnya, isinya selalu relevan dengan perkembangan zaman, serta ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya merupakan anugerah bagi manusia. Salah satu kemukjizatan Al-Qur’an adalah hubungannya dengan ilmu pengetahuan dan sains. Di dalam Al-Qur’an, Allah telah meletakkan garis-garis besar mengenai sains dan ilmu pengetahuan, manusia hanya bertugas mencari, menggali, dan mengembangkan konsep-konsep yang telah ada. 

B.Hubungan antara Al-Qur’an dan Fakta Ilmiah Mengenai Fenomena Alam
Alam semesta dan segala macam fenomena yang ada di dalamnya merupakan suatu objek yang mengajak manusia untuk berpikir. Manusia dituntut untuk tidak memikirkan tentang Dzat Allah karena itu adalah hal yang hanya membuang-buang waktu, akan tetapi manusia dituntut untuk mencurahkan potensi akalnya supaya dapat memikirkan ciptaan-ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi. Sehingga Allah SWT akan menunjukkan suatu kesimpulan bahwa di antara penciptaan itu semua terdapat hikmah dan menyadari bahwa segala sesuatu merupakan ciptaan-Nya dan semuanya tidak ada yang sia-sia. Berikut beberapa contoh mengenai fenomena alam yang ada di dalam Al-Qur’an dan telah diungkap fakta ilmiahnya oleh para ilmuwan:
1. Pertemuan 2 jenis lautan
2. Api dalam lautan
3. Sidik jari manusia
4. Jasad Fir'aun yang masih utuh

Komentar